12.04 (DUA BELAS TITIK NOL EMPAT)

Baekhyun mulai menyukai tato. Ini tato kedua belasnya.


Hyung…

Suho melongok. Adik tertuanya di grup K itu terlihat terlalu bersemangat. Oh jangan lagi, batinnya.

“Sepertinya aku baru mendapat wahyu untuk mentato lagi, hyung.”

Suho mendengus. Dia tidak tahu jelas darimana asal mulanya pria tengik ini mulai menyukai menandai tubuhnya dengan beraneka gambar. Mungkin pertengahan april tahun lalu, waktu itu Baekhyun pulang ke dorm saat adzan subuh berkumandang. Ada tato kemerahan di lehernya. Lebih tepatnya ada dua. Meski seminggu kemudian dia tak lagi melihat tato itu, mungkin tato temporer.

“Kali ini apa?”

Bukan dia yang bertanya. Dia tidak seingin tahu itu. Suara itu milik Chanyeol. Terdengar dari pantulan di rongga mulutnya yang menghasilkan resonansi yang tepat berbaur sempurna dengan udara di sekitar mereka. Membuatnya seakan pernah menelan toa masjid sewaktu kecil.

Baekhyun tertawa penuh mistis. Ini bukan [masih] dunia lain, tapi setidaknya bagi Tao dan Chen, tawa Baekhyun memang penuh mistis. “Dua belas titik nol empat.” sahutnya bangga.

Te naon itu maksudnya Kang?” Kali ini giliran Sehun bergabung. Melihat dari wajahnya sepertinya dia baru saja terbangun dari bobok-bobok siangnya. Rutinitas wajib dia, maklumkan anak kampung.

Baru saja Baekhyun berniat membuka mulutnya, saudaranya yang lain mendahuluinya. Benar kata pepatah, manusia hanya bisa berniat, skenarionya di tangan penulis, yang diamanahi Tuhan. “Bodoh, itu tanggal ultahmu!”

Daraaaaa….

Bukan Dara 2NE1 apalagi Dara the Virgin. Inilah puncak cerita, saat Kim Jongdae datang. Tangannya menunjuk ke arah Sehun, seolah argumennya adalah yang paling benar.

“SALAH!”

“AH AKU TAHU!!! Itu tanggal EXO debut bukan?”

“DENG!”

“HARI KEMERDEKAAN NIGERIA UTARA?”

“YA KIM JONGDAE! Sejak kapan Nigeria terbagi utara dan selatan? Dan aku tidak tahu kapan hari kemerdekaan mereka dan tentu saja salah.”

“Aku hyung! Aku!”

“Dan jawabannya adalah?” Jiwa presenter nya keluar. Padahal dia hanya pernah membawakan acara musik, entahlah.

Honey chicken!” jawab Jongin lantang.

Dan tentu saja semua terhenyak mendengarnya. Apa-apaan jawaban pria Malinka –kedelai hitam manis yang saya besarkan, komposisi utama kecap bangau- ini? Apa hubungan ‘dua-belas-nol-empat’ dengan honey chicken?

Sepertinya tahu kalau lingkungan di sekitarnya dipusingkan dengan jawabannya, Jongin segera menambahkan penjelasannya. “Dua belas ribu won, kau dapat empat biji chicken. Betul tidak?”

“AKU TIDAK SEMANIAK ITU PADA CHICKEN KIM JONGIN!”

“YA BYUNBAEK! CEPAT KATAKAN SAJA ITU MAKSUDNYA APA? KALIAN BERISIK TAU!” Teriakan Suho benar-benar berhasil mengendalikan suasana. Dan tentu saja teriakan ini datang di saat yang tepat. Mungkin kalau dia membiarkan beberapa detik lagi, dorm EXO ini akan berubah seperti studio eat bulaga Indonesia. Dia tidak mau itu terjadi tentunya.

“Ah baiklah, jadi kalian menyerah pemirsa?”

“IYAAAAAAAAAAAA!!!” Jawab semua member serempak. Dan pastinya tanpa iuran suara dari Baekhyun dan Suho.

“Apa masih ada yang berniat menjawab?” masih Baekhyun tentunya.

Kesepuluh member saling menatap. Mencoba mencari tahu adakah usulan yang belum diutarakan. Mungkin ini saat terakhir mereka untuk mengeluarkan pendapat atau tidak sama sekali.

Kali ini Yixing mengangkat tangannya. Yang langsung diikuti pandangan member-member lainnya.

“Kau ingin menjawab ge?” tanya Baekhyun mencoba memberi kesempatan.

“Ah tidak, aku hanya ingin ijin ke toilet. Bolehkan?”

Suasana hening. Di saat genting seperti ini dan Yixing memilih memecahkan keheningan dengan undur diri. Pfftt.

“HUUUUUUUUUUU~~~ TURUNKAN YIXING!!! YIXING GAK ASYIK!!! KALO MAU SIK ASYIK MENDING DENGAN DIRIMU!!! SIK ASYIK SIK ASYIK DEKAT DENGANMU~~~”

Dan Jongin yang menjadi sasaran tatap menatap para member. Dia dan obsesinya dengan IU Tingting.

“Ayolah aku serius, sebelum kita lock jawabannya, aku ingin ada jawaban yang benar-benar serius dari kalian.”

Dan selanjutnya Kris memilih angkat bicara. “Memang ada hadiahnya kalau kami menjawab benar?”

“Tentu!” Baekhyun menyeringai penuh kebanggaan. Ini yang sedari tadi lupa dibicarakannya.

“APAAAA??? KATAKAN! KATAKAN! KATAKAN!” suara keriuhan sepuluh anak manusia ini hampir sama dengan keriuhan bobotoh saat persib bertanding. Benar-benar kompak dan penuh semangat.

“Aku akan berbagi ini dengan mereka yang bisa menjawab. Karna clue nya, tato ini berhubungan dengan U A N G. Uang. Money. Duit. Doku. A K A FULUS!”

Keriuhan mulai terjadi lagi disini. Jika ada dua hal yang paling disukai anak-anak manusia ini di dunia, tentu adalah uang dan makan tanpa keluar uang tapi justru dibayar uang. Maklumlah anak kost (sebenarnya anak dorm tapi ya apa bedanya sih jauh dari orang tua juga sama sama makan mie di tanggal muda maupun tua).

“Boleh aku menebak Baek?” kali ini giliran Luhan yang memutuskan keheningan itu. Beberapa member yang baru saja mengernyitkan dahinya langsung menoleh ke arahnya. Sisanya langsung putus harapan. Yang mereka tahu Luhan ini selain pintar dia juga bejo. Minumnya aja bintang toejoe kalau masuk angin.

Baekhyun mengayunkan tangannya. Memberi isyarat kakak kedua nya itu untuk menjawab. “Silakan Lu-ge.”

“Itu waktu sholat dhuhur.” Jawabnya penuh kebanggaan. Maklumlah, dia dulu mantan rohis di SMA nya.

Baekhyun tersenyum tipis. Berusaha menghargai jawaban penuh kesopanan Lu-ge-nya. “Maaf ge, tapi belum tepat jawabanmu. Syukron.”

“Ah iya, Baek.” Luhan memilih mengulum senyumnya. Meskipun jawabannya tidak tepat, setidaknya dia ikut menyuarakan hak berbicaranya. Sebelum kemudian memecah keheningan lagi, teringat akan sesuatu. “-oh iya, apa kalian sudah sholat Ashar?”

“SYUDAAAAH!” Hanya Jongdae dan Minseok yang menjawab penuh keyakinan. Sisanya hanya mengangguk-anggukan kepala membenarkan.

Okay, kembali ke LAP~”

“TOP!!!” lanjut seluruh member. Tentu sembari tertawa menyadari Baekhyun berusaha mengikuti idolanya Kim Tukul.

“Dan apakah masih ada yang ingin menja-“

“YA! BAEKHYUNIE OPPA!”

Dan tiba-tiba, datanglah seorang gadis dengan perawakan tinggi, Jung Soojung. Menggertaknya dan menghardiknya. Untung saja Baekhyun bukan anak yatim, kalau dia yatim tentu Soojung akan mendapat tempat di neraka karna menghardiknya.

“Eh? Jung?”

Soojung mendengus, merasa jijik dengan panggilan sok akrab nya. “Jangan panggil-panggil aku Jung. Cepat bayar hutangmu!”

“MWOOOOOOO?” Kesebelasan EXO united ini serempak terkagum-kagum, tak percaya salah seorang member mereka memiliki hutang. Yang mereka tahu bayaran menjadi emsi di inkigayo cukup besar. Kenapa Baekhyun sampai berhutang?

“Kau mengambil pulsa sepuluh ribu won empat kali bulan ini. Jadi totalnya, empat puluh delapan ribu. Kapan kau akan membayarnya?”

Baekhyun meringis, mencoba menahan gadis di hadapannya agar tidak berbuat anarkis. “Tentu Jung, sabar.”

“AH!” teriak Kris penuh percaya diri. Jika ini adalah sebuah komik, tentu sekarang di atas kepala Wuyifan akan muncul sebuah bohlam. Dia baru saja mendapatkan penglihatannya.

“Dua belas titik nol empat. Dua belas itu dua belas ribu won uang yang harus kau bayar untuk sepuluh ribu won pulsa. Dan nol empat adalah jumlah hutangmu. Benarkan? Aku benarkan Baek?”

“DING DONG DENG! Dduizzang selamat! Kau benar sekali.”

Dan kemudian tepukan tangan riuh menyambut gembira pernyataan Baekhyun tadi. Termasuk Soojung yang tidak tahu apa-apa, memilih untuk sejenak terhanyut di perayaan entah apa itu.

Kris membusungkan dadanya bangga. Seolah dia baru saja meraih penghargaan tertinggi di blantika musik planet bumi ini. Jika saja ada podium untuknya sekarang, dia ingin sekali mengucapkan terima kasih untuk mamanya yang selalu setia mendukungnya. Sebelum khayalan menjadi semakin liar, dia teringat akan janji Baekhyun tadi. Hadiah.

“Lalu mana hadiahku?” tagihnya. Meskipun tidak ada podium disini, setidaknya dengan hadiah uang dari Baekhyun dia bisa membeli lipstik dan mengirimkan ke mamanya.

“Jung-“ Baekhyun menepuk bahu Soojung pelan. Lalu tangannya di arahkan ke Kris, seakan meminta gadis itu untuk mengalihkan pandangan ke leader tim M ini. “-Kris ge, akan membayar hutang pulsaku. Jadi kau bisa menagih hutangku kepadanya.”

“Dengan senang hati Baekhyun oppa. Senang bekerja sama denganmu.” Soojung mengulurkan tangannya meminta Baekhyun untuk menjabat tangannya dan sebagai bukti bahwa kerjasama diantara mereka benar-benar menguntungkan.

Di sisi lain, Kris dengan pandangan kosong seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Dia memenangkan sebuah hutang?

“Jadi oppa, kapan kau akan membayar empat puluh delapan ribu won itu?”

“YA BYUN BAEKHYUN!”

Baekhyun dan member-member lainnya pun memutuskan undur diri. Tidak mau beresiko dengan apa yang akan terjadi ke depannya. Sembari berbisik-bisik ucapan syukur karna sebagian dari mereka tidak memenangkan kuis ilegal Baekhyun tadi.

“Suho hyung, sepertinya aku tidak jadi mentato. Hutangku sudah lunas. Tidak ada lagi yang perlu kuingat, hehe.”


GEJE ABIS YA? MAAF 😦 AKU PRUSTASI SOALNYA

sekali lagi maaf 😦

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s