Thing that I Like : Loving You

kaistalffTittle : thing that I like: loving you

Casts : Kim Jongin or Kai; Jung Soojung or Krystal

Summary:

Soojung suka pasta. Jongin tidak suka.

Soojung suka coklat. Tapi Jongin tidak.

Soojung suka Jongin. Dan Jongin tidak.

“Ayolah KimKai! Makan pastamu!”

Jongin mendecakkan lidahnya. Membuat suara cukup keras, hingga membuat beberapa pasang mata menatap ke arah mereka.

“Aku tidak suka pasta Jung Soojung. Berapa kali harus kukatakan padamu?”

Soojung hanya mengendikkan bahunya santai. Memutar garpu di tangan kanannya, membuat fettucinne itu menyatu menjadi gulungan kecil. Tak berapa lama dia menyuapkan makanan favoritnya itu ke dalam mulutnya. Beberapa kunyahan, lalu menelannya perlahan.

“Tapi aku menyukainya Jongin.”

“Dan aku tidak!”

Soojung tersenyum. Tulus sekali. “Aku tahu.”

Kerutan mulai berbaris muncul di dahi Jongin. “Lalu? Kenapa kau memesankan ini untukku?”

Soojung tidak menjawab. Memilih berkonsentrasi dengan makanan paling enak di dunia. Pasta. Susu. Keju. Buatan bibi Ahn. Empat hal yang menjadi komposisi sempurna dari sepiring fettucinne carbonara di hadapannya.

Jongin menarik gelas berisi air di hadapannya. Menenggaknya sekali tegukan. Beberapa saat kemudian memutar-mutar pasta di hadapannya. Kalo tidak salah ini penne alfredo with chicken steak. Dia memilih mengambil potongan ayam yang cukup besar yang ada di sana. Menyia-nyiakan daging ayam, adalah hal terakhir yang akan dia lakukan. Terlebih lagi ini masakan bibi Ahn, pemilik kedai pasta favorit Soojung.

“Setidaknya aku memesankan sesuatu dengan daging ayam yang cukup banyak. Kau tahu aku harus membujuk bibi Ahn untuk menambah porsi daging di masakanmu. Bibi bilang daging ayam akhir-akhir ini mahal, KimKai.”

Soojung sudah selesai dengan makanannya. Piring di depannya sudah kembali kosong. Bahkan Jongin yakin beberapa orang pasti akan berpikir piring Soojung ini tidak pernah terkena noda apapun. Sebersih seperti habis dicuci. Jangan-jangan Soojung menjilatinya saat Jongin berkonsentrasi pada daging ayamnya.

“Mana pastamu, biar kuhabiskan?”

“APA?” suara Jongin meninggi. Tidak percaya gadis di hadapannya, yang baru saja menghabiskan sepiring pasta ini, meminta pastanya. Oh tidak. Dia Soojung atau bukan sih.

“Daripada mubazir. Sini!”

Soojung menarik piring Jongin. Tangannya kembali piawai dalam memainkan garpunya. Menusukkan beberapa butir penne, lalu menyuapkan kepada dirinya. Ekspresi wajahnya mengagumkan. Seolah ia baru saja mencicipi makanan paling enak di dunia.

“Singkirkan ekspresi menjijikan itu dari wajahmu Jung Soojung!”

“Kim Jongin, ini masakan bibi Ahn. Koki terhebat di dunia.” Soojung tidak peduli dia akan terlihat seperti monster di depan seorang pria. Setahunya dia sedang menghadapi sepiring pasta yang membutuhkannya lebih dari perhatian yang didapatkannya dari orang lain. Dan baginya itu cukup.

Jongin terdiam. Batinnya bilang apa yang dikatakan Soojung benar. Bibi Ahn memang koki terbaik sedunia. Semua masakan dari tangannya menjadi masakan terenak yang pernah Jongin rasakan. Lebih baik daripada masakan Kyungsoo. Dan tentu seribu kali lebih baik daripada masakan Soojung.

“Ngomong-ngomong, kenapa kau selalu memaksaku menemanimu kesini? Dan kau akan memesankanku pasta, padahal aku tidak menyukainya. Hari ini kau memesankanku alfredo, dua minggu lalu kau memesankan pomodoro, dan bulan lalu kau juga memesan aglio oreo.”

It’s aglio olio, Jongin. Not oreo.”

“Maksudku itu!” Wajah Jongin memerah. Jangan salahkan dia tidak tahu nama pasta. Mereka terlalu asing. Di lidah dan telinganya.

Soojung tertawa kecil. Dua dari tiga hal favoritnya ada disini. Pasta dan Jongin.

***************************************************************************

“Kali ini apa?”

Jongin membelalakkan mata melihat setenteng gelas Starbuck yang dibawa Soojung. Enam gelas ukuran grande, dan semuanya sama. Berisi coklat panas. Untuk apa Soojung membeli coklat panas sebanyak ini.

“Untuk EXO K. Aku tahu M member sedang tidak di Korea, jadi kubelikan enam gelas saja.”

“Tapi Suho hyung dan Baekhyun hyung di SBS sekarang. Hanya ada kami berempat.”

Soojung tertawa manja. Dia tahu itu. Ini hari minggu, tentu saja Jumyeon dan Baekhyun masih sibuk di inkigayo.

“Ah, kalo begitu biar aku saja yang minum coklat panas milik mereka. Lagipula coklat ini akan terasa berbeda saat dingin. Hambar.” Alasannya. Berusaha meyakinkan Jongin kalo dia benar-benar tidak sengaja melakukannya.

“Benarkah? Lalu kenapa aku membaca ada dua gelas dengan ekstra milk dan less sugar?” seringai Jongin. Ayolah Soojung, jangan senaif itu.

“Oh ya? Mungkin karna aku sering memesan disana.”

“Dan kau tahukan, aku tidak suka coklat panas!” tegas Jongin. Soojung mulai membuatnya gila. Beberapa hari yang lalu dia mencekokinya dengan pasta, dan sekarang coklat panas.

“Tapi aku suka, KimKai!”

“Dan kenapa kau selalu menyukai apa yang aku tidak suka?”

Soojung diam. Sepertinya dia baru saja menyentuh titik sensitif Jongin.

“Seperti aku yang menyukaimu, dan kau tidak?”

Kali ini giliran Jongin yang diam. Dia tidak tahu kalau gertakannya akan berakhir seperti ini. “Apa maksudmu Jung Soojung?”

“Sudahlah, aku pulang saja. Bisa sampaikan pada oppaoppa yang lain kalau aku datang. Dan kalau tidak suka, kalian buang saja coklat panasnya.”

Baru beberapa langkah saja Soojung melangkah menjauhi Jongin. Matanya mulai memanas. Dari coklat panas dan dia justru menyatakan perasaannya. Bodoh kau Jung Soojung.

“Kau bilang kau menyukaiku dan aku tidak?” Soojung berhenti melangkah. Suara Jongin terdengar mantap. Dia yakin beberapa saat lagi pasti dia akan menangis. Karna dia tahu persis apa yang akan dikatakan Jongin. Dia akan mengatakan dia tidak menyukainya. Sama seperti dia tidak suka pasta dan coklat.

“Kau benar. Aku tidak menyukaimu.” Soojung menarik napas panjang. Metode yang selalu dia terapkan saat dia merasa akan menangis. Dia tahu jawabannya akan seperti ini. Hanya saja ini terlalu menyakitkan baginya.

“Sama seperti aku tidak suka pasta. Atau aku tidak suka coklat panas, susu coklat, dan kue coklat yang sering kau berikan.”

Soojung benar-benar ingin menangis sekarang. Kalau saja dia tidak sedang mempertahankan sikap dinginnya, dia akan langsung melempar diri ke sofa di sudut ruangan itu. Meringkukkan badannya seakan-akan itu bisa mengobati sakit hatinya.

“Kau mendengar sesuatu Jongin?” Soojung berbalik. Memilih berjalan mendekati Jongin dan mengkonfrontasi semuanya. Kamu berhasil Soojung. Show him you are indeed a cold girl. “…ada suara hati yang baru saja patah. Dan kau sepertinya tidak menangkapnya.”

Jongin menyeringai. Jawaban Soojung benar-benar menunjukkan dia benar-benar menyukainya.

“Tapi kau tahukan Soojung, aku terobsesi dengan coklat pasta. Mereka enak.”

“Ini bukan saatnya bercanda, Kim Jongin!!”

“Sama seperti aku terobsesi denganmu. Jung Soojung, aku tidak menyukaimu itu benar. Karna aku menyayangimu. I love you.”

Dan Soojung pun menangis. Apa yang baru didengarnya benarkan. Soojung tidak sedang bermimpi bukan. Jongin mencintainya?

“Aku mencintaimu, Krys. Dan itulah hal yang paling kusukai, mencintaimu.”

Jongin merengkuh Soojung. Memeluknya erat. Senyum itu terkembang sempurna di wajah Jongin. Gadis yang dicintainya sekarang ada di dalam dekapannya. Tidak ada lagi yang lebih diharapkan Jongin.

Tiga hal paling disukai Soojung di dunia ini; pasta, coklat dan Jongin. Dan satu hal yang paling disukai Jongin; mencintai Soojung.

 

Iklan

2 thoughts on “Thing that I Like : Loving You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s